Followers

Senin, 27 Januari 2020

#SIP Proposal Rancangan Aplikasi Alat Tes Psikologi

Rancangan Aplikasi Alat Tes Psikologi


I.            LATAR BELAKANG

A.   Konsep Teori


Seseorang seringkali merasa cemas terhadap sesuatu. Rasa cemas yang timbul merupakan hal yang wajar dialami oleh siapapun, namun jika kecemasan tersebut terjadi di luar batas normal apakah masih dapat disebut wajar? Cemas berasal dari bahasa latin anxius dan dalam bahasa Jerman anGst kemudian menjadi anxiety yang berarti kecemasan, merupakan suatu kata yang digunakan oleh Freud untuk menggambarkan suatu efek negatif dari keterangsangan.
Durand dan Barlow (2006) mengatakan kecemasan adalah keadaan suasana hati yang ditandai oleh afek negatif dan gejala-gejala ketegangan jasmaniah dimana seseorang mengantisipasi kemungkinan datangnya bahaya atau kemalangan di masa yang akan datang dengan perasaan khawatir. Menurut Kaplan dan Saddock (1997) kecemasan adalah perasaan kekhawatiran subjektif dan ketegangan yang dimanifestasikan untuk tingkah laku psikologis dan berbagai pola perilaku. Kecemasan adalah suatu keadaan patologis yang ditandai oleh perasaan ketakutan disertai tanda somatik pertanda sistem saraf otonom yang hiperaktif.
Menurut Carpenito (2000) kecemasan merupakan keadaan individu atau kelompok saat mengalami perasaan yang sulit (ketakutan) dan aktivasi sistem saraf otonom dalam berespon terhadap ketidakjelasan atau ancaman tidak spesifik. Menurut Ollendick (dalam De Clerq, 1994) berpendapat bahwa kecemasan menunjuk pada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan, yang meliputi interpretasi subjek dan rangsangan fisiologis (reaksi badan secara fisik) misal: bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar dan berkeringat.
Greenberger dan Padesky (dalam Emjifari, 2012) menyatakan bahwa kecemasan berasal dari dua aspek, yakni aspek kognitif dan aspek kepanikan yang terdapat pada seseorang yang akan dijelaskan sebagai berikut:

·         Aspek kognitif :
1. Kecemasan disertai dengan persepsi bahwa seseorang sedang berada dalam bahaya atau terancam atau rentan dalam hal tertentu, sehingga gejala fisik kecemasan membuat seseorang siap merespon bahaya atau ancaman yang menurutnya akan terjadi.
2.Ancaman tersebut bersifat fisik, mental atau sosial, diantaranya adalah (a). Ancaman fisik terjadi ketika seseorang percaya bahwa ia akan terluka secara fisik; (b). Ancaman mental terjadi ketika sesuatu membuat khawatir bahwa dia akan menjadi gila atau hilang ingatan; (c). Ancaman sosial terjadi ketika seseorang percaya bahwa dia akan ditolak, dipermalukan, merasa malu atau dikecewakan.
          3. Persepsi ancaman berbeda-beda untuk setiap orang.
4.Sebagian orang, karena pengalaman mereka bisa terancam dengan begitu mudahnya dan akan lebih sering cemas. Orang lain mungkin akan memiliki rasa aman dan keselamatan yang lebih besar. Tumbuh di lingkungan yang kacau dan tidak stabil bisa membuat seseorang menyimpulkan bahwa dunia dan orang lain selalu berbahaya. Pemikiran tentang kecemasan berorientasi pada masa depan dan sering kali memprediksi malapetaka. Pemikiran tentang kecemasan sering dimulai dengan keragu-raguan dan berakhir dengan hal yang kacau, pemikiran tentang kecemasan juga sering meliputi citra tentang bahaya. Pemikiran-pemikiran ini semua adalah masa depan dan semuanya memprediksi hasil yang buruk.

·         Aspek kepanikan : Panik merupakan perasaan cemas atau takut yang ekstrem. Rasa panik terdiri atas kombinasi emosi dan gejala fisik yang berbeda. Seringkali rasa panik ditandai dengan adanya perubahan sensasi fisik atau mental, dalam diri seseorang yang menderita gangguan panik, terjadi lingkaran setan saat gejala-gejala fisik, emosi, dan pemikiran saling berinteraksi dan meningkat dengan cepat.

Pemikiran ini menimbulkan ketakutan dan kecemasan serta  merangsang keluarnya adrenalin. Pemikiran yang katastrofik dan reaksi fisik serta emosional yang lebih intens yang terjadi bisa menimbulkan dihindarinya aktivitas atau situasi saat kepanikan telah terjadi sebelumnya.

B.    Alasan Membuat Aplikasi

Aplikasi ini bertujuan untuk membantu mengenali gejala dini atau gejala awal dari gangguan kecemasan atau anxiety disorder karena baik disadari maupun tidak, gangguan kecemasan banyak terjangkit pada orang – orang sekitar kita namun sangat sedikit yang perduli akan hal ini. Diharapkan aplikasi ini dapat membantu orang – orang yang tidak mengetahui adanya gangguan ini pada dirinya untuk dapat menyadari dan juga memudahkan pengguna aplikasi ini untuk mendapatkan bantuan profesional dari psikolog jika dibutuhkan.
Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur secret chat yang berfungsi agar penggunanya dapat berkonsultasi dengan pakar psikologi/mendapat bantuan profesional dari psikolog tanpa merasa malu. Karena banyak sekali orang yang ingin berkonsultasi dengan psikolog namun merasa malu untuk mengungkapnya secara langsung. Setiap data yang bersifat prifasi yang diterima oleh sistem aplikasi ini akan dijaga kerahasiaannya.


C.    Based APP : Mobile Apps 


Aplikasi ini menggunakan Based App berupa MobileApps, yang artinya pengguna dapat mengakses aplikasi ini melalui mobile/handphone. Alasan saya merancang aplikasi ini dengan mobile based apps adalah karena pada jaman sekarang hampir semua orang mengakses segala sesuatu melalui handphone masing-masing, selain itu untuk mempermudah penggunanya agar dapat mengikuti tes psikologi ini dengan praktis kapanpun dan dimanapun, di kendaraan umum sekalipun.

II.            FLOWCHART

 III.            DESAIN INTERFACE




















Daftar Pustaka

Carpenito, Lynda Juall.  (2000).  Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8 Penerjemah Monica Ester. Jakarta : EGC
De Clerq, L. (1994).  Tingkah Laku Abnormal. Jakarta : PT Gramedia
Durand, V Mark dan Barlow, David H. (2006). Intisari Psikologi Abnormal edisi 4. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Greenberger dan Christine A.Padesky. (2004). Manajemen Pikiran. Bandung: Kaifa
Kaplan dan Sadock. (1997). Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri klinis. Edisi VII. Jilid II. Jakarta: Bina Aksara.

Rabu, 06 November 2019

#SIP Lingkup Data CBIS

C. Lingkup Data CBIS

    Setelah membahas seputar CBIS dan Evolusinya, kini kita masuk ke pembahasan yang lebih dalam mengenai Lingkup Data CBIS. Dalam lingkup data CBIS akan terdapat beberapa pembahasan menarik yang meliputi hirarki data, penyimpanan sekunder yang terdiri atas SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung), juga pemrosesan data yang terdiri atas pemrosesan Batch, Online, dan sistem real time. Nah, sampai sini apakah sudah penasaran dengan pembahasan tersebut? Yuk langsung aja kita ulas satu per satu! 👊

1. Hirarki Data

Apa itu Hirarki?
Image result for gif tangga naik
   Menurut Sodaliti (2000), Hirarki adalah suatu abstraksi atau struktur suatu sistem, dimana fungsi hirarki antar komponen dan juga dampak-dampaknya pada sistem secara keseluruhan dapat dipelajari. Menurut KBBI, Hirarki adalah urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan). Dapat kita simpulkan seperti yang kita tau, hirarki merupakan sebuah tingkatan atau tahapan dari dasar hingga puncak. Hirarki dapat kita ilustrasikan sebagai anak tangga, yaitu mempunyai tingkatan rendah ke tinggi.



Apa itu Data? 
Image result for gif data
     
     Menurut Amsyah (2005), Data adalah bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi, tanpa data pekerjaan informasi tidak akan ada. Data adalah fakta yang terjadi karena adanya kegiatan organisasi. Singkatnya, dapat kita simpulan bahwa data adalah bahan utama berupa fakta yang akan diolah menjadi sebuah informasi yang berguna.



Lalu, Hirarki Data itu apa?
    Dari kedua definisi di atas tentang hirarki dan data, maka dapat kita simpulkan bahwa hirarki data merupakan suatu tingkatan atau jenjang suatu data untuk menjadi sebuah informasi. 
     Menurut Mulyani (2016), Hirarki Data merupakan pengorganisasian data menjadi hirarki-hirarki atau tingkatan tertentu. Pengorganisasian ini ditujukan agar dara bisa diatur dengan baik sehingga bisa menghasilkan suatu informasi yang baik pula. 

Menurut Mulyani (2016) data dapat diorganisasikan menjadi enam tingkatan, yaitu :
  1. Bit, yaitu unit tyerkecil dari data yang direpresentasikan dengan nilai 0 dan 1, dimana nilai 0 berarti tidak mempunyai arus listrik sedangkan 1 mempunyai arus listrik.
  2. Byte, merupakan kumpulan dari bit-bit yang membentuk suatu karakter.
    Image result for byte
    Perbedaan Bit & Byte
  3. Field (elemen data), adalah kumpulan karakter yang membentuk sekelompok data atau angka.
  4. Record, adalah sekumpulan field yang saling berhubungan.
    Image result for field atau elemen data
    Perbedaan Field & Record
  5. File, adalah kumpulan record yang berhubungan dengan objek tertentu.
  6. Database, adalah kumpulan data yang tersimpan ke dalam file-file. 
    Image result for file and database
    Perbedaan File dan Database
     Nah, sekarang kita udah paham kan tentang hirarki data. Minimal kalau ada yang nanya bit, byte, field, record, file, dan database kita udah bisa jawab perbedaan istilah-istilah tersebut. Jangan sampai kebolak-balik yaa urutannya 😜
Agar lebih jelas, ayo klik video ini supaya ada gambaran tentang istilah-istlah hirarki yang tadi udah kita baca 👇

2. Penyimpanan Sekunder 

Image result for secondary storage
     Setelah paham tentang hirarki data, lalu data tersebut kita simpan dimana? Yap, data tersebut akan disimpan pada media penyimpanan yang biasa disebut Secondary Storage Device atau Penyimpanan Sekunder. Penyimpanan sekunder merupakan tempat penyimpanan luar, karena penyimpanan tersebut terpisah dari komputer.
 Menurut Sulianta (2008), penyimpanan sekunder umumnya digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu :
  • SASD (Penyimpanan Berurutan), Sequential Access Storage Device ini prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Contoh,  magnetic tape, sudah jarang dipakai, umumnya hanya untuk backup, karena murah dan kapasitas yang besar.
    Image result for penyimpanan berurutan sasd

  • DASD (Penyimpanan akses langsung), Direct Access Storage Device ini prosesnya lebih cepat dibandi SASD, karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu dicari dari awal berurutan. DASD terdiri dari :
    - Magnetic Disk : menggunkan medan magnet, contoh Floppy disk (disket) dan hard disk.
    - Optical Dsik :  menggunakan sinar laser. Contoh : CD-ROM.
    Image result for cd-rom 
Jadi, letak perbedaan SASD dan DASD yaitu pada aksesnya, berurutan atau langsung. video di bawa akan menjelaskan menganai media penyimpanan pada komputer, kiranya video ini membantu kita untuk lebih mengenal jenis-jenis media penyimpanan, enjoy the video! 😆

3. Pemrosesan Data

     Setelah mempelajari hirarki dan penyimpanan, lalu bagaimana sih data diproses? apa itu pemrosesan data? apa aja jenis pemrosesan data? Pada akhir bagian dari blog ini saya akan menjelaskan  mengenai pemrosesan data dan jenisnya.
Image result for clipart pemrosesan data

Apa itu Pemrosesan Data? 
     Pemrosesan data adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data inisering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Bagian pemrosesan data mengelola sumber daya komputer yang digunakan untuk melakukan pemrosesan harian berbagai transaksi  (Singleton, 2007).
  • Pemrosesan Batch, merupakan pemrosesan data di mana data yang telah dimasukan tidak segera di proses tetapi disimpan atau dihimpun terlebih dulu sampai saat tertentu lalu kemudian diproses bersamaan dalam kelompok-kelompok batch yang tiap batchnya ditandai dengan identitas tertentu, selain itu sistem ini digunakan untuk memperbarui tiga file master, persediaan, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut siklus harian.
    Image result for batch processing
  • Pemrosesan Online, dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Setiap transaksi diproses pada semua file master yang berkaitan sementara data transaksiberada dalam penyimpanan primer. Pemrosesan data ini dimasukan tanpa menunggu waktu tertentu, semua data yang dimasukan segera di proses ke arsip yang bersangkutan.
    Image result for online processing
  • Sistem Real Time, syaru sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan cepat pada status sistem fisik. Sistem ini merupakan bagian dari pemrosesan online.
    Image result for sistem real time


Referensi :


Amsyah, Z. (2005). anajemen sistem informasi. Jakarta : Gramdeia Pustaka Utama.
Mulyani, S. (2016). Amalisis dan perencanaan sistem informasi manajemen. Bandung : Abdi                     Sismatika.
Singleton, T. (2007). Audit teknologi informasi dan assurance. Jakarta : Salemba Empat.
Sulianta, F. (2008). Komputer forensik. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

#SIP Evolusi Sistem Informasi Berbasis Computer



B. Evolusi CBIS 

Bagaimana Evolusi CBIS??

Developer character  developer gif animation flat     Setelah sebelumnya diatas kita udah kenalan sama istilah CBIS, kini udah ada gambaran kan di benak kalian kalau ditanya "CBIS itu apa?". Satu hal yang kita tau bahwa teknologi berkembang sangat amat pesat, evolusi perkembangan sistem informasi berbasis komputer atau yang dapat kita sebut "Evolusi CBIS" memiliki beberapa tahap. So, kita lanjut ke pembahasan mengenai Evolusi CBIS biar semakin banyak lagi pengetahuan kita tentang CBIS ini.



     Menurut Karmana (2007), Evolusi adalah proses perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam kurun waktu yang lama. Selanjutnya, menurut Umar (2005), Evolusi sistem informasi berbasis komputer adalah yang tahapannya memperhatikan perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa "Evolusi CBIS" merupakan proses perubahan yang terjadi dalam tahan perkembangan sistem informasi berbasis komputer.

     Berikut merupakan pemaparan evolusi tahap perkembangan CBIS :

  • Fokus Data atau Sistem Informasi Akuntansi (SIA/EDP),
         Selama paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan keydriven bookkeeping machines berada dalam masa jayanya, perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Praktek ini diteruskan dengan komputer generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi akuntasi. Nama yang diberikan untuk aplikasi awal akuntansi komputer ini adalah pengolahan data elektronik (electronic data processing) atau EDP. Estilah EDP tidak lagi popular, dan digantikan dengan dengan istilah Sistem Informasi Akuntansi/SIA (Suryana, 2012).
         Menurut Gaol (2008), SIA merupakan suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan akuntansi. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar dan menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah. Contohnya yaitu saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data.
    Elemen SIA/EDP menurut James Hall (2001) yaitu
    - Hardware 
    - Software
    - Database
    - Procedures
    - Personal Brainware

  • Fokus Informasi atau Sistem Informasi Manajemen (SIM),
         Menurut Gaol (2008), SIM merupakan sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen. Tugas SIM yaitu bertanggungjawab dalam menyediakan informasi untuk seluruh manajer perusahaan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus, dan keluaran bentuk matematika.
    Menurut Djahir dan Pratita (2014), SIM memiliki beberapa karakteristrik, yaitu :
         1. Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur
         2. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya
         3. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan
    Elemen SIM menurut Davis (dalam Gaol, 2008) yaitu :
    - Hardware
    - Software
    - Procedures
    - Database
    - Model

  • Fokus pada Pendukung Keputusan (SPK),
         Menurut Gaol (2008), SPK merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif-alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Contohnya yaitu para manajer dapat membuat keluaran (output) untuk masalah khusus berkenaan dengan kualitas. 

  • Fokus pada Komunikasi (Otomatosasi Kantor),
         Menurut Gaol (2008), OA yaitu menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi di antara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan. e-mail, voice mail, faksimile dapat memenuhi kebutuhan ini dengan baik.
    Empat kategori pengguna OA menurut Umar (2005) yaitu :
    - Manajer, mengelola sumber daya perusahaan
    - Profesional, menyumbangkan keahlian khusus
    - Sekretaris, membantu pekerja terdidik untuk melaksanakan bergabai tugas
    - Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas untuk sekretaris

  • Fokus Konsultasi (Sistem Pakar),
         Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan kecerdasan buatan (artificial intelligence), atau AI, bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, dalam hal ini sistem pakar mendapat perhatian paling banyak (Suryana, 2012).
         Menurut Gaol (2008), Sistem Pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, perusahaan dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk meraih suatu pengetahuan dan menjadi ahli dalam pengetahuan tersebut serta untuk lebih mencakapkan para pegawai pada bentuk sistem informasi. 
    Komponen Sistem Pakar :
    - User Interface, digunakan untuk pemakai berinteraksi dengan sistem pakar
    - Knowledge Base, berisi domain pengetahuan yang berisi fakta
    - Inference Engine, memberikan penalaran berdasarkan knowlegde base
    - Development Engine, untuk mengolah sistem pakar.
     Akhirnya kita sudah mendapat pengetahuan baru tentang Evolusi CBIS dan tahap-tahapnya, yaitu SIA/EDP, SIM, SPK, OA, dan Sistem Pakar. Nah, agar semakin mantap pembelajaran kita tentang evolusi CBIS ini yuk simak video singkat yang saya dapat dari YouTube (Kartiko Abimanyu) ini. Video ini akan menjelaskan secara singkat tentang Evolusi CBIS dan contoh penerapannya dalam kebhidupan sehari-hari... selamat menyaksikan! 👀


Referensi :
Djahir, Y., & Pratita, D. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta : Deepublish.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : Grasindo.
Karmana, O. (2007). Cerdas belajar biologi. Bandung : Grafinso.
Umar, H. (2005). Riset pemasaran dan perilaku konsumen. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Suryana, D. (2012). Mengenal teknologi. Bandung : Gramedia Pustaka Utama.

#SIP Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)



Hallo...Salam Sejahtera bagi para pembaca sekalian 😊,
Pada blog kali ini kita akan membahas mengenai CBIS, yaitu pengertian dari CBIS, Evolusi CBIS, dan Lingkup Data.Mungkin sebagian dari kita baru pertama kali denger atau mungkin sudah tidak asing dengan istilah tersebut.  Mari siapkan hati dan pikiran kita agar apa yang dibaca dapat berguna untuk menambah pengetahuan baru buat kita yang masih awam seputar bidang teknologi...
Yuk kita simak! 👇

Image result for gif telekomunikas cbis

A. Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)


Sistem Informasi?
     Sebelum membahas sistem informasi berbasis komputer/CBIS ada baiknya kita harus mengetahui apa itu sistem informasi. Menurut Turban, McLean, dan Wetherbe (dalam Khairunnisa, 2012), Sistem informasi adalah sebuah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik (Rukun & Hayadi, 2018).


Apa itu CBIS?
Image result for gif telekomunikas cbis
     Sebelumnya apakah kalian pernah mendengar tentang CBIS? Pada bab sebelumnya kita sudah membahas mengenai Sistem Informasi Psikologi yang merupakan perpaduan dari Sistem Informasi dan Ilmu Psikologi. Nah, jika SIP merupakan gabungan sistem informasi dan ilmu psikologi, berbeda halnya dengan CBIS yang merupakan gabungan antara sistem informasi dengan komputer. Dalam CBIS komputer sangatlah berperan penting dalam sebuah sistem informasi.

     Menurut Al-Fatta (2007), Istilah Computer Based Information System (CBIS) sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer.
     Menurut Laudon dan Laudon (2008), CBIS merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan dimana komputer memainkan perananan penting dalam sebuah sistem informasi. 

     Menurut Roharjana (2017),  CBIS merupakan kumpulan dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), pangkalan data (database), telekomunikasi, manusia, dan prosedur yang dikonfigurasikan untuk mengumpulkan, memanipoulasi, menyimpan, dan memproses data menjadi informasi.
     Menurut Rukun dan Hayadi (2018), CBIS merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. 
     Menurut penjelasan tokoh-tokoh di atas mengenai CBIS, dapat kita simpulkan bahwa CBIS merupakan sebuah sistem informasi dimana komputer berperan sebagai dasar dari sebuah sistem informasi tersebut sehingga menghasilkan sebuah informasi yang efisien.

👉CBIS = Hardware + Software + People + Procedures + Information👈

     Menurut Stair (1992, dalam Al-Fatta 2007), sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut :
  1. Perangkat Keras, untuk melengkapi, memproses, dan keluaran data.
    Related image
  2. Perangkat Lunak, yaitu program atau instruksi yang diberikan
    Related image
  3. Database, kumpulan data yang mudah diakses pengguna sistem informasi.
    Image result for gif database
  4. Telekomunikasi, menghubungkan pengguna sistem dengan sistem komputer dalam jaringan yang efektif
    Image result for gif telekomunikas cbis
  5. Manusia, yaitu personel dari sistem informasi (programmer, operator, manajer)
    Image result for gif people
  6. Prosedur, yaitu tata cara yang meliputi strategi, kebijakan, metode, dan peraturan-peraturan dalam menggunakan CBIS.
    Coding Sticker
Tipe-tipe aplikasi CBIS dibedakan menjadi empat (Al-Fatta, 2007), yaitu :
  1. Transaction Processinhg Systems
  2. Management Information Systems
  3. Decision Support Systems
  4. Expert System and Artificial Intelligence
Keempat tipe aplikasi CBIS tersebut akan dijelaskan pada bab selanjutnya, sekarang cukup kenalan dulu sama istilah-istilahnya aja yaaa 😃

     CBIS berkembang dengan pesat pada era globalisasi ini. Penggunaan CBIS dalam kehidupan sehari-hari sudah sering kita jumpai, misalnya dalam bidang pendidikan kita dapat dengan mudah mencari sumber belajar dari e-book sehingga tidak perlu membeli buku dalam bentuk fisik. Dalam transaksi pun kita dimudahkan oleh CBIS seperti pemanfaatan e-commerce sehingga kita dapat belanja tanpa cape-cape datang ke toko. Berikut merupakan contoh penggunakan CBIS dalam kehidupan sehari-hari yang saya temukan di YouTube




Referensi :
Al-Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing                         perusahaan dan organisasi modern. Yokyakarta : ANDI.
Laudon, J. P., & Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta : Salemba                   empat.
Roharjana, I. K. (2017). Pengembangan sistem informasi menggunakan metodologi                                       agile.  Yogyakarta : Deepublish.
Rukun, K., & Hayadi, H. (2018). Sistem informasi berbasis expert system. Yogyakarta : Deepublish.